Website membership dapat menjadi salah satu cara untuk membangun bisnis digital dengan sistem akses konten yang lebih terstruktur. Melalui website membership, pemilik bisnis dapat memberikan materi, kursus, ebook, komunitas, atau layanan khusus hanya kepada pengguna yang telah terdaftar sebagai member.
Namun, membangun website membership bukan hanya tentang membuat halaman login dan registrasi. Di belakangnya terdapat sistem yang mengatur produk, pembayaran, akun pengguna, hak akses, hingga proses pelanggan mendapatkan akses setelah melakukan transaksi.
Bagi pengguna WordPress, Sejoli dapat digunakan sebagai salah satu komponen untuk membangun sistem penjualan dan membership.
Agar sistem berjalan sesuai kebutuhan, konfigurasi harus dilakukan dengan tepat.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara setting plugin Sejoli untuk website membership, mulai dari persiapan awal, pengaturan produk, pembayaran, pengguna, hak akses, hingga pengujian transaksi.
Panduan ini cocok untuk pemilik website yang baru mulai menggunakan Sejoli maupun yang sudah memasangnya tetapi masih bingung dengan konfigurasi sistemnya.
Apa Itu Plugin Sejoli?
Sejoli merupakan plugin WordPress yang dapat digunakan untuk membantu membangun sistem penjualan online, termasuk produk digital dan membership.
Plugin menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan proses pembelian dengan akses pelanggan.
Dalam sebuah website membership, alurnya dapat dibuat seperti berikut:
Pengunjung → Memilih Membership → Checkout → Pembayaran → Akun Member → Akses Konten
Dengan alur tersebut, proses pemberian akses tidak harus dilakukan secara manual untuk setiap pelanggan.
Namun, agar alur tersebut dapat berjalan, berbagai komponen perlu dikonfigurasi terlebih dahulu.
Mengapa Cara Setting Plugin Sejoli Perlu Dipahami?
Kesalahan dalam melakukan konfigurasi dapat menyebabkan sistem membership tidak berjalan sesuai harapan.
Misalnya:
- Pembayaran berhasil tetapi akses belum diberikan
- Member tidak mendapatkan email
- Produk tidak terhubung dengan akses
- Halaman member dapat diakses pengguna yang belum membeli
- Status transaksi tidak berubah
- Redirect setelah pembayaran tidak sesuai
- Pengguna tidak mendapatkan akun dengan benar
Masalah seperti ini tentu dapat mengganggu pengalaman pelanggan.
Karena itu, memahami cara setting Sejoli bukan hanya masalah teknis. Konfigurasi harus mengikuti alur bisnis yang ingin dibuat.
Persiapan Sebelum Setting Sejoli
Sebelum masuk ke pengaturan plugin, ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan terlebih dahulu.
1. Website WordPress
Pastikan website WordPress sudah aktif dan dapat diakses.
Gunakan hosting yang memiliki sumber daya memadai untuk kebutuhan website.
2. Plugin Sejoli
Pastikan plugin Sejoli sudah terpasang dan dapat diaktifkan pada website.
Jika menggunakan versi berbayar atau fitur tambahan, pastikan lisensi dan komponen pendukungnya sudah tersedia sesuai kebutuhan.
3. Produk Membership
Tentukan membership apa yang akan dijual.
Contohnya:
- Membership Bulanan
- Membership Tahunan
- Kelas Premium
- Komunitas VIP
- Akses Ebook
- Paket Kursus
4. Sistem Pembayaran
Tentukan metode pembayaran yang akan digunakan.
Misalnya transfer bank, virtual account, QRIS, atau metode pembayaran lain yang didukung oleh sistem yang digunakan.
5. Struktur Akses
Tentukan konten apa yang boleh diakses member.
Ini penting karena sistem membership pada dasarnya adalah sistem pembatasan akses.
Tentukan Model Membership Terlebih Dahulu
Sebelum melakukan setting plugin Sejoli untuk membership, tentukan model bisnis yang akan digunakan.
Misalnya Anda memiliki satu jenis membership:
Member Premium Rp99.000 per bulan
Member yang membeli produk tersebut mendapatkan akses terhadap seluruh konten premium selama masa membership.
Model lainnya bisa menggunakan beberapa tingkatan.
Contohnya:
Basic
Akses materi dasar.
Premium
Akses seluruh materi.
VIP
Akses materi, komunitas, dan layanan tambahan.
Struktur seperti ini harus direncanakan sejak awal karena akan memengaruhi konfigurasi produk dan hak akses.
Langkah 1: Masuk ke Dashboard WordPress
Setelah plugin terpasang, masuk ke dashboard administrator WordPress.
Dari dashboard inilah berbagai pengaturan website dilakukan.
Sebelum mengubah konfigurasi, sebaiknya buat backup terlebih dahulu jika website sudah memiliki data, produk, atau pelanggan.
Backup menjadi langkah penting terutama pada website yang sudah aktif digunakan.
Langkah 2: Konfigurasi Pengaturan Dasar
Pada tahap awal, periksa pengaturan dasar plugin.
Pastikan informasi yang berkaitan dengan website dan transaksi sudah sesuai.
Periksa beberapa komponen seperti:
- Nama website
- Informasi bisnis
- Halaman transaksi
- Pengaturan akun
- Pengaturan checkout
- Notifikasi
Jangan terburu-buru mengubah semua pengaturan.
Pahami terlebih dahulu fungsi setiap bagian agar konfigurasi tidak menimbulkan masalah pada sistem yang sudah berjalan.
Langkah 3: Membuat Produk Membership
Setelah konfigurasi dasar selesai, buat produk membership.
Misalnya:
Membership Premium
Kemudian masukkan informasi yang diperlukan seperti:
- Nama produk
- Deskripsi
- Harga
- Gambar
- Status produk
- Informasi akses
Deskripsi produk sebaiknya menjelaskan dengan jelas apa yang akan diperoleh pelanggan.
Jangan hanya menulis:
Membership Premium
Lebih baik jelaskan manfaatnya.
Contohnya:
Pelanggan mendapatkan akses ke seluruh materi premium, ebook, video pembelajaran, dan komunitas selama periode membership aktif.
Informasi yang jelas membantu mengurangi kebingungan sebelum pelanggan melakukan pembelian.
Langkah 4: Mengatur Harga Membership
Harga harus disesuaikan dengan model bisnis.
Jika menggunakan membership satu kali bayar, maka pelanggan melakukan pembayaran sekali untuk memperoleh akses sesuai ketentuan.
Jika menggunakan model berlangganan, sistem perlu memperhatikan periode pembayaran dan masa akses.
Contohnya:
Rp99.000/bulan
atau
Rp999.000/tahun
Pemilik website perlu memastikan sistem pembayaran yang digunakan memang mendukung model transaksi yang dibutuhkan.
Langkah 5: Mengatur Checkout
Checkout merupakan bagian penting dalam proses penjualan.
Pada halaman checkout, pelanggan memasukkan informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi.
Usahakan checkout tidak terlalu rumit.
Informasi yang diminta sebaiknya benar-benar diperlukan.
Umumnya informasi yang dibutuhkan antara lain:
- Nama
- Nomor WhatsApp
- Informasi pembayaran
Jika terlalu banyak kolom yang tidak diperlukan, proses pembelian dapat terasa lebih panjang.
Langkah 6: Mengatur Payment Gateway
Setelah produk dibuat, langkah berikutnya adalah menghubungkan sistem pembayaran.
Payment gateway berfungsi sebagai penghubung antara website dan metode pembayaran yang digunakan pelanggan.
Konfigurasi biasanya membutuhkan informasi tertentu dari penyedia payment gateway.
Informasi tersebut harus dimasukkan dengan hati-hati.
Kesalahan satu karakter saja pada konfigurasi tertentu dapat menyebabkan sistem tidak dapat menerima atau memverifikasi transaksi.
Karena itu, setelah integrasi selesai, jangan langsung menganggap sistem sudah siap.
Lakukan transaksi percobaan terlebih dahulu.
Langkah 7: Menghubungkan Produk dengan Hak Akses
Inilah salah satu bagian terpenting dalam setting Sejoli untuk website membership.
Produk yang dibeli harus terhubung dengan akses yang sesuai.
Contohnya:
Pelanggan membeli Membership Premium.
Setelah pembayaran berhasil, pelanggan mendapatkan hak untuk membuka:
- Halaman Premium
- Ebook Premium
- Video Premium
- Materi Kursus
- Forum Member
Sementara pengguna yang belum memiliki membership tidak mendapatkan akses ke halaman tersebut.
Hubungan antara produk dan akses inilah yang perlu dirancang dengan jelas.
Langkah 8: Membuat Halaman Member
Website membership sebaiknya memiliki halaman khusus untuk member.
Misalnya:
Dashboard Member
Di dalamnya dapat terdapat:
- Profil member
- Materi
- Ebook
- Video
- Kelas
- Komunitas
- Informasi membership
- Bantuan
Dashboard sebaiknya dibuat sederhana.
Member tidak perlu mencari terlalu banyak menu hanya untuk menemukan materi yang mereka beli.
Langkah 9: Membuat Halaman Login
Member membutuhkan halaman login untuk masuk ke area khusus.
Halaman login harus mudah ditemukan.
Anda dapat menempatkan tombol Login Member pada menu website.
Setelah berhasil login, pengguna dapat diarahkan ke dashboard member.
Alur seperti ini membuat pengalaman pengguna lebih jelas.
Langkah 10: Membatasi Konten Member
Tidak semua halaman website harus dapat diakses oleh semua orang.
Konten premium perlu diberikan pembatasan.
Misalnya halaman:
/member/ebook/
hanya dapat dibuka oleh pengguna yang memiliki akses membership.
Jika pengguna biasa mencoba membuka halaman tersebut, sistem dapat mengarahkannya ke halaman login atau halaman penawaran membership.
Dengan cara ini, konten premium tidak terbuka secara bebas.
Perbedaan Konten Gratis dan Premium
Website membership biasanya memiliki dua jenis konten.
Konten Gratis
Dapat dibaca oleh siapa saja.
Contohnya artikel blog, tutorial dasar, atau materi pengenalan.
Konten Premium
Hanya dapat diakses oleh member.
Contohnya:
- Video eksklusif
- Ebook premium
- Template
- Modul
- Kelas online
- Rekaman webinar
- Materi lanjutan
Pembagian seperti ini juga dapat menjadi strategi untuk menarik pengunjung baru sekaligus memberikan alasan bagi mereka untuk bergabung sebagai member.
Langkah 11: Mengatur Email Otomatis
Email menjadi bagian penting dalam sistem membership.
Setelah pelanggan melakukan pembelian, mereka perlu mendapatkan informasi mengenai transaksi dan akses.
Contohnya:
Pembayaran berhasil
Akun berhasil dibuat
Selamat datang di membership
Informasi akses member
Email harus berisi informasi yang jelas.
Jika member tidak tahu bagaimana cara masuk ke website setelah membeli, pengalaman pertama mereka dapat menjadi kurang baik.
Karena itu, pengujian email juga perlu dilakukan.
Langkah 12: Mengatur Redirect Setelah Pembayaran
Setelah transaksi selesai, pelanggan sebaiknya diarahkan ke halaman yang sesuai.
Misalnya:
Pembayaran berhasil → Halaman Selamat Datang → Login → Dashboard Member
Jangan membiarkan pelanggan berhenti pada halaman yang tidak memberikan petunjuk.
Halaman setelah pembayaran sebaiknya menjelaskan langkah berikutnya.
Misalnya:
“Pembayaran Anda berhasil. Silakan cek email untuk informasi akun dan masuk ke Dashboard Member.”
Alur sederhana seperti ini dapat mengurangi pertanyaan pelanggan kepada administrator.
Langkah 13: Mengatur Masa Berlaku Membership
Jika membership memiliki masa aktif, informasi tersebut perlu diperhatikan.
Contohnya:
Membership berlaku selama 30 hari.
Setelah masa tersebut berakhir, akses premium dapat dihentikan sesuai sistem yang digunakan.
Untuk membership tahunan, masa aktif dapat ditentukan selama satu tahun.
Pengaturan masa berlaku harus konsisten dengan informasi yang ditampilkan pada halaman penjualan.
Jangan sampai halaman penjualan mengatakan satu bulan tetapi sistem memberikan akses selama tiga bulan.
Langkah 14: Mengatur Beberapa Level Membership
Jika bisnis memiliki beberapa paket membership, setiap paket perlu memiliki akses yang berbeda.
Contohnya:
Basic
Akses artikel premium.
Premium
Akses artikel, ebook, dan video.
VIP
Akses seluruh materi plus komunitas dan layanan tambahan.
Struktur seperti ini memungkinkan pemilik website menawarkan beberapa pilihan kepada pelanggan.
Namun, semakin banyak level yang dibuat, semakin penting struktur hak akses dirancang dengan rapi.
Langkah 15: Pengujian Sistem
Ini merupakan tahapan yang sering dilupakan.
Setelah semua konfigurasi selesai, lakukan pengujian dari sudut pandang pelanggan.
Jangan hanya menguji dari akun administrator.
Buat akun pengguna biasa.
Kemudian lakukan proses:
1. Membuka halaman penjualan
2. Memilih membership
3. Masuk ke checkout
4. Melakukan pembayaran
5. Memeriksa status transaksi
6. Memeriksa email
7. Login sebagai member
8. Membuka dashboard
9. Membuka konten premium
10. Memastikan konten yang tidak berhak diakses tetap terkunci
Dengan simulasi tersebut, masalah dapat ditemukan sebelum website digunakan oleh pelanggan sebenarnya.
Masalah yang Sering Terjadi pada Website Membership Sejoli
Beberapa kendala yang dapat terjadi antara lain:
Pembayaran Berhasil tetapi Akses Belum Aktif
Hal ini dapat berkaitan dengan konfigurasi transaksi atau hubungan antara produk dan hak akses.
Email Tidak Masuk
Perlu diperiksa konfigurasi email website maupun layanan SMTP yang digunakan.
Member Tidak Bisa Login
Periksa proses pembuatan akun dan informasi login.
Konten Premium Bisa Dibuka Semua Orang
Kemungkinan terdapat kesalahan pada pengaturan pembatasan akses.
Redirect Tidak Sesuai
Periksa halaman tujuan setelah login maupun transaksi.
Status Order Tidak Berubah
Perlu diperiksa komunikasi antara sistem pembayaran dan website.
Masalah seperti ini sebaiknya dianalisis berdasarkan alur transaksi, bukan sekadar mengganti pengaturan secara acak.
Tips Agar Website Membership Lebih Profesional
Selain konfigurasi teknis, pengalaman pengguna juga perlu diperhatikan.
Gunakan Navigasi yang Sederhana
Member harus mudah menemukan materi yang mereka butuhkan.
Buat Dashboard yang Jelas
Jangan memenuhi dashboard dengan terlalu banyak elemen.
Gunakan CTA yang Konsisten
Gunakan tombol seperti:
Gabung Sekarang
Beli Membership
Login Member
Akses Materi
Pastikan Mobile Friendly
Member kemungkinan besar akan mengakses materi menggunakan smartphone.
Karena itu, halaman membership harus responsive.
Berikan Petunjuk Setelah Pembelian
Jelaskan langkah yang harus dilakukan setelah pembayaran.
Periksa Sistem Secara Berkala
Plugin, WordPress, tema, dan komponen pendukung perlu diperbarui dan diperiksa secara berkala.
Keamanan Website Membership
Website membership menangani akun pengguna dan dapat menyimpan informasi pelanggan.
Karena itu, keamanan tidak boleh diabaikan.
Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan SSL/HTTPS
- Menggunakan password kuat
- Membatasi akses administrator
- Melakukan backup berkala
- Memperbarui WordPress
- Memperbarui plugin
- Menggunakan plugin keamanan yang terpercaya
- Memantau aktivitas pengguna
- Menghindari plugin dari sumber yang tidak jelas
Backup juga penting agar website memiliki titik pemulihan jika terjadi masalah.
Apakah Setting Sejoli Bisa Dilakukan Sendiri?
Bisa, terutama jika Anda sudah memahami WordPress dan alur sistem yang ingin dibangun.
Namun, semakin kompleks website, semakin banyak komponen yang harus diperhatikan.
Website sederhana dengan satu produk membership tentu berbeda dengan website yang memiliki:
- Banyak produk
- Beberapa level membership
- Payment gateway
- Kursus online
- Ebook
- Email otomatis
- Banyak pengguna
- Sistem berlangganan
Dalam kondisi tersebut, kesalahan konfigurasi dapat menjadi lebih sulit ditemukan.
Karena itu, memahami kebutuhan sistem sebelum melakukan setting menjadi hal yang penting.
Kapan Membutuhkan Jasa Setting Plugin Sejoli?
Anda dapat mempertimbangkan bantuan profesional apabila:
- Plugin sudah terpasang tetapi belum dapat digunakan
- Bingung menghubungkan produk dengan membership
- Payment gateway belum berjalan
- Akses member tidak sesuai
- Email otomatis bermasalah
- Website memiliki banyak level membership
- Ingin membangun sistem membership dari nol
- Ingin melakukan audit terhadap konfigurasi yang sudah ada
Jasa profesional dapat membantu memeriksa sistem secara menyeluruh daripada mencoba mengubah konfigurasi secara acak.
Kesimpulan
Cara setting plugin Sejoli untuk website membership pada dasarnya bukan hanya tentang mengaktifkan plugin.
Ada beberapa komponen yang harus saling terhubung, mulai dari produk, checkout, pembayaran, akun pengguna, email, hak akses, hingga dashboard member.
Alur yang ideal adalah:
Produk → Checkout → Pembayaran → Konfirmasi → Akun Member → Hak Akses → Dashboard → Konten Premium.
Jika setiap bagian tersebut dikonfigurasi dengan benar dan diuji sebelum website digunakan, sistem membership akan lebih mudah dikelola dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan.
Bagi pemilik bisnis digital, website membership juga dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan berbagai produk seperti kursus online, ebook, komunitas berbayar, program mentoring, maupun konten premium.
Yang paling penting, jangan hanya fokus membuat sistem bisa menerima pembayaran. Pastikan seluruh perjalanan pelanggan setelah pembayaran juga sudah dipikirkan.
Karena bagi pelanggan, transaksi bukanlah akhir dari proses.
Transaksi justru menjadi awal dari pengalaman mereka sebagai member.