Menganalisa Peluang Bisnis Rumahan Budidaya Jamur Tiram

Salah satu bisnis rumahan yang memiliki keuntungan menggiurkan saat ini adalah bisnis budidaya jamur tiram.

Meskipun hanya membutuhkan modal yang kecil, namun bisnis ini bukan bisnis murahan.

Jamur tiram merupakan jamur yang memiliki warna putih dengan ciri khas tajuk seperti kulit tiram. Jamur tiram sebenarnya dapat ditemukan dengan mudah di hutan, ladang, atau perkebunan.

Prospek budidaya jamur tiram sangat menguntungkan. Saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara pemasok jamur terbesar ke luar negeri. Dan selalu ada peningkatan 20-25 % per tahunnya.

Untuk anda yang ingin memulai bisnis rumahan ini, berikut beberapa ulasan dan informasi yang dapat membantu anda membuka budidaya rumahan ini.

Keuntungan Atau Alasan Kenapa Memilih Usaha Jamur Tiram

Sebelum memulai bisnis budidaya jamur tiram ini, akan lebih baik apabila anda mengenal lebih dalam tentang berbagai keuntungan dari bisnis ini.

  1. Modal kecil

Anda dapat memulai usaha ini dengan modal yang kecil. Anda dapat memanfaatkan peralatan dan media yang sederhana di rumah anda. Sehingga dapat meminimalisir pengeluran anda. Untuk awal bisnis ini anda dapat memulai nya dengan modal kurang lebih 1 juta.

  1. Permintaan pasar yang tinggi

Pada tahun 2015 kebutuhan jamur mencapai 17.500 ton dan baru dapat dipenuhi sekitar 13.285 ton saja. Dan kedepannya akan semakin meningkat lagi  permintaan pasar akan jamur tiram ini.

  1. Banyaknya produk turunan

Anda tak perlu mengkhawatirkan tentang hasil jamur yang tidak laku di pasaran. Jamur tiram dapat diolah dalam bebagai bentuk produk olahan yang memiliki nilai jual yang tinggi.

  1. Tidak membutuhkan skill khusus

Anda tidak membutuhkan skill khusus untuk budidaya jamur tiram ini. Anda cukup mengetahui bagaimana merawat jamur dengan benar.

  1. Waktu panen setiap hari

Tidak seperti tanaman lainnya yang membutuhkan waktu lama untuk memanennya. Anda dapat memanen jamur tiram setiap hari apabila anda mengolah dan mengatur nya secara khusus.

Panduan Teknik Budidaya Jamur Tiram

  1. Siapkan media tanam

Media tanam jamur biasanya menggunakan kumbung. Kumbung atau rumah baglog berbentuk bangunan yang didalamnya terdapat rak-rak untuk meletakkan baglog. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat kumbung dengan benar.

  • Kumbung dibuat dari kayu dan bamboo, dinding kumbung dibuat dari gedek atau papan. Untuk atap biasanya menggunakan genteng. Dan untuk lantai kumbung, jangan di plester agar air dapat mudah meresap ke tanah.
  • Di dalam kumbung juga harus dilengkapi berupa rak-rak yang disusun bertingkat dan sejajar. Rak ini berfungsi untuk menyusun baglog (media jamur). Antar rak harus tersedia lorong untukmempermudah perawatan jamur
  • Rak dapat dibuat 2-3 tingkat dengan lebar rak sekitar 40 cm. namun ukuran rak dapat disesuaikan dengan jumlah baglog atau jamur yang ingin dibudidayakan.
  1. Membuat baglog jamur tiram

Baglog merupakan media tanam jamur tiram yang terbuat dari serbuk gergaj kayu yang halus dan dimasukkan ke dalam plastik berukuran 1-2 kilo. Baglog berbentuk silinder dengan ujung plastik diberi lubang yang bertujuan mempermudah proses penanaman jamur tiram.

  1. Perawatan jamur tiram

  • Susun baglog jamur diatas rak, dengan ujung plastik yang sudah ditanam bibit jamur. Biarkan ujung plastik dibiarkan tertutup selama 7 hari. Lakukan penyiraman secara teratur.
  • Setelah berusia minimal empat hari,anda dapat membuka ujung plastik pada baglog dan lakukan penyiraman pada lantai media jamur saja. Anda harus menjaga suhu ruangan pada kisaran 18-25 derajat celcius.
  1. Pemanenan jamur tiram

Anda dapat memanen jamur tiram pada saat daun jamur tiram sudah memekar. Usahakan anda tidak telat memanen jamur agar tidak busuk. Untuk proses pemanenan pertama biasanya berjarak 2-3 minggu pertama.

Nah di atas adalah pembahasan tentang analisa peluang bisnis budidaya jamur tiram rumahan. Semoga informasi yang kami sampaikan di atas dapat bermanfaat.