Langkah – Langkah Melakukan Self Editing<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-4300" >			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

Langkah – Langkah Melakukan Self Editing

Kenapa setiap penulis harus mengedit naskahnya sendiri, sebelum ditawarkan ke penerbit?
Hal ini agar naskah yang dikirimkan ke penerbit benar-benar naskah yang ramah editan dan naskahnya rapi. Naskah tersebut juga menarik dan tentunya punya keunikan tersendiri dengan naskah-naskah se-tema yang mampir di meja redaksi.

“Tapi, kalau naskah penulis sudah rapi terus kerja editor ngapain donk?”

Walau setiap penerbit memiliki editor, kerjaan editor tidak melulu “melaundry naskah penulis”. Editor juga harus memilih naskah-naskah yang bisa diterima di market, dll.” Naskah-naskah yang mampir di meja editor itu bukan satu sampai sepuluh, bisa ratusan.

Editor harus cepat menyeleksi mana naskah yang oke siap terbit sesuai momen pasar dan mana naskah yang bisa diterima tetapi perlu “operasi bedah naskah” dahulu. Maka sebaiknya penulis harus bisa melakukan self editing karena itu penting.

“Bagaimana caranya?”

Langkah-langkah melakukan self editing menurut Shabira Ika, Tim KMO Publishing:

1. Diamkan naskah minimal 3 hari

Tujuannya adalah untuk memberi jeda pada otak dan hati kita sehingga dapat membaca kembali dengan lebih objektif. Ketika baru menyelesaikan naskah biasanya kita akan ‘takjub’ dengan hasil karya kita sehingga sensitivitas untuk menemukan kekurangannya tidak ada.

Setelah beberapa hari, saat membaca kembali karya kita, otak lebih fresh, hati lebih objektif menilai, dan dapat melihat naskah dari ‘kacamata’ yang berbeda. Dengan demikian, akan lebih mudah menemukan kekurangan naskah dan memperbaikinya.

2. Baca naskah keras-keras. Membaca keras membantu kita menemukan kesalahan-kesalahan yang terlewat.

3. Cari dan perbaiki kata-kata yang salah ketik (typo)

4. Pastikan tidak ada dobel spasi antarkata.

5. Pastikan bahwa penggunaan tandabaca sudah tepat.

6. Perbaiki bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Pangkas naskah jika perlu (jangan sayang memangkas naskah).

Begitu juga sebaliknya, tambah jika memang perlu.

7. Perhatikan konsistensi pov (point of view), terutama untuk naskah fiksi.

 


Sumber: KMO

BERI NILAI

Baca Juga  4 Langkah Membuat Artikel yang SEO Friendly

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *