Cara Menulis Paragraf Pembuka

Kesan yang pertama kali dilihat oleh pembaca pada saat membaca suatu artikel/bacaan adalah pada bagian pembuka.

Oleh karena itu jika anda ingin membuat pembaca tertarik untuk membaca suatu artikel yang anda tulis, sebaiknya maksimalkan penulisan di paragraf pertama.

Anda harus mampu mengemukakan pentingnya pembahasan tulisan yang anda tawarkan di paragraf pembuka ini.

Tips Menulis Paragraf Pembuka yang Benar

1. Gunakanlah teknik sapaan seolah-olah pembaca adalah orang terdekat anda

Teknik sapaan digunakan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada pembaca. Di sini, anda dapat menggunakan panggilan akrab kepada pembaca kemudian ingatkanlah pembaca pada sebuah fenomena yang mengantarkan pada tema yang anda angkat.

Contohnya:

Sahabatku semua, banyak di antara kita masih belum memperhatikan pola makan yang sehat. Maka tak heran jika saat ini muncul berbagai macam penyakit aneh. Salah satu faktor utamanya yakni karena kecerobohan kita sendiri untuk tidak memilah-milah makanan mana yang sehat bagi tubuh kita dan mana yang baik jika dikonsumsi oleh tubuh kita. Oleh karena itu, saat ini mulailah untuk mengatur pola makan anda dengan cara menerapkan pola hidup sehat.

2. Selipkan anekdot atau kutipan dari pakar ahli

Untuk mengawali paragraf, anda dapat menyelipkan anekdot yang memancing pembaca agar tertawa dan menikmati tulisan anda. Selain anekdot anda juga bisa menyisipkan kutipan tokoh pakar yang sudah terkenal untuk menunjukkan bukti yang akurat

Contohnya:

Ibnu Hajar mengatakan bahwa al-ghairah atau cemburu merupakan derivasi dari kata taghayyurul qalb atau perubahan hati dan haijanul ghadhab atau kobaran amarah seseorang kepada pihak lain dalam suatu perkara. Perasaan cemburu ini acapkali dapat menjadikan sebuah rumah tangga menjadi rapuh. Nah, agar tidak terjadi kondisi tersebut berikut ini adalah beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menyikapi sikap cemburu.

3. Ajukan pertanyaan yang mengangkat sebuah isu

Pengajuan pertanyaan pada paragraf pembuka bertujuan agar seolah pembaca sedang berbicara langsung dengan penulis. Melalui model ini, penulis bisa membuat pembaca terjerat rasa penasaran akan sebuah fenomena sehingga pada akhirnya pembaca berhasil dipengaruhi untuk melanjutkan bacaan tulisan yang anda tulis.

Contohnya:

Kita tentu telah mengenal nama besar dari gubenur DKI jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama bukan? Apakah benar gubenur yang terkenal dengan gaya bicaranya yang ceplas ceplos ini benar-benar telah menistakan agama sesuai dengan isu yang saat ini senter dibicarakan dan menuai beberapa kontroversi?

Ketika anda menampilkan artikel jenis ini, anda dituntut untuk menguasai isue tersebut dengan menunjukkan sejumlah bukti yang relevan. Teknik ini seperti makan buah simalakama, jika anda bisa mengangkat isu tersebut dan menjelaskan dengan runtut maka artikel anda akan sangat dihargai tinggi oleh pembaca, namun jika tidak maka itu akan ditinggalkan pembaca.

4. Memulai dengan majas atau perumpamaan

Model ini sangat cocok untuk digunakan dalam penulisan buku. Penggunaan teknik ini disajikan dengan cara menggunakan bentuk kiasan atau majas. Penggunaan paragraf utama dengan model ini biasanya sering digunakan dalam tulisan berita ataupun artikel.

Contohnya:

Bagai mendapatkan durian runtuh, begitulah nasib yang dialami oleh beberapa artis yang bisa masuk menjadi anggota parlemen. Kepopuleran mereka di negri tanah air dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

5. Memunculkan kisah lama untuk mengantarkan kisah baru yang mirip

Pembuatan paragraf utama dengan menggunakan teknik ini dilakukan dengan cara menggunakan kisah-kisah lama yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Kisah tersebut digunakan sebagai pengantar bagi pembaca untuk memasuki tulisan yang kita buat.

Contoh:

Kisah Beauty and The Beast tampaknya telah terjadi di Indonesia, tepatnya di daerah Solo pada bulan agustus lalu, yakni ketika pasangan Dion (21 tahun) berhasil meminang Dian (18 tahun), yang terkenal sebagai bunga desa di kampungnya.

Nah itu dia di atas beberapa jenis tips menulis bahan untuk paragraf pembuka atau paragraf pertama atau intro dari suatu artikel. Semoga ulasan di atas mempermudah anda dalam membuat tulisan yang mampu menyedot perhatian pembaca. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Pos terkait