Apakah Penulis Itu Hanya Tentang Hasil Menulis Buku Saja?

Pertanyaan ini sering sekali digaungkan. Memang menulis itu harus ikhlas jangan mengejar uang. Namun, tak dapat dipungkiri jika karya kita dapat bermanfaat bagi orang lain tetapi juga dapat menghidupi diri kita dan juga orang-orang terdekat kita.

Menulis memang bukan hanya jadi sebuah buku. Lalu dapat royalti dan menikmati lagi royalti berikutnya. Tidak seperti itu. Bagi yang sudah tahu celah menjadi penulis pasti merasakan menyelam di lautan kata itu sangat menyenangkan bukan hanya pundi-pundi rupiah yang didapatkan, lebih dari itu pun akan mendekat. Intinya kita sudah tahu cara menulis yang diterima.

Soal tempat mau bentuk naskah jadi buku, mau website, blog sendiri, menulis sosial media bahkan menjadi copywriting untuk perusahaan-perusahaan ternama. Gajinya pastinya akan menyesuaikan tempat bekerja.

Pahamilah, kenikmatan lain menjadi seorang penulis yaitu tidak perlu kantor. Jadi yang terpenting ada alat perang untuk membidik sasaran yang dituju seperti laptop, smartphone, notes, rekaman, buku tulis dan pulpen. Sudah dapat bekerja, sesuai dengan keinginan klien. Kirimkan apa yang diminta klien dan silahkan nikmati hasilnya.

Jika jadi penulis masih memusingkan tanda baca, spasi, satu halaman atau sepuluh halaman yang menakutkan. Jangan harap menjadi penulis yang dapat bayaran. Taklukan semua teknis itu sendiri atau bergurulah pada yang lebih dahulu berkarya dan tahu ilmunya. Ilmu setelah dipelajari hal paling penting selanjutnya adalah berani praktek. Rasa tidak percaya diri ini pun harus ditaklukkan.

KMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *