Ahmad Zaky, Pemuda di Balik Kesuksesan Bukalapak.Com<span class="rating-result after_title mr-filter rating-result-4581" >			<span class="no-rating-results-text">No ratings yet.</span>		</span>

Ahmad Zaky, Pemuda di Balik Kesuksesan Bukalapak.Com

24 Agustus 1986 yang lalu di Sragen, Jawa Tengah lahirlah seorang yang sangat menggilai dunia teknologi dan komputer, bernama Ahmad Zaky. Ketertarikan terhadap komputer berawal dari sang paman, yang kebetulan mengenalkan dunia komputer dan teknologi saat Zaky masih kecil. Hingga akhirnya setelah lulus dari  SMA ia memutuskan untuk melanjutkan di ITB jurusan IT. Dan karena kecerdasannya tahun 2008 Zaky mendapat beasiswa ke Oregon State University Amerika Serikat.

Awal mula menekuni bisnis

Sambil meneruskan studinya, Zaky mencoba berbisnis kecil-kecilan dengan membuka kedai mie ayam. Namun kayaknya usaha di bidang kuliner bukanlah pasion Zaky, yang akhirnya dalam waktu yang singkat usahanya tersebut gulung tikar.

Setelah lulus kuliah, Zaky sering mendapatkan job jasa pembuatan program-program atau aplikasi. Orderan tersebut biasanya di dapat dari proyek-proyek yang ditawarkan kepadanya. Dan dari hasil pengerjaan pembuatan aplikasi dan website tersebutlah yang nantinya dijadikan Zaky untuk modal membuat bukalapak.

Mendirikan bukalapak.com

Pada 2010, bersama dengan beberapa rekannya, Zaky mulai membangun bukalapak.com. masa pengembangan website Bukalapak hanya di jalani selama 2 bulan saja, untuk seterusnya Zaky harus berjuang merayu para pedagang di mall untuk membuka lapak di situsnya tersebut. Hal ini tidak ia lalui dengan mulus, banyak sekali penolakan yang terjadi dari pedagang di mall untuk membuka lapak di situsnya.

Hingga akhirnya Zaky mengubah strateginya, dengan mengalihkan targetnya pada  kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Dan seperti yang di harapkan, ternyata responnya cukup positif, banyak para UKM yang mau memasarkan produk mereka ke Bukalapak.

Berkat antusias para UKM karena banyak yang merasa terbantu dengan adanya bukalapak, maka tak heran makin hari makin banyak pedagang yang ikut bergabung. Dan seiring berjalannya waktu, kini bukalapak.com telah menjelma sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia.

Baca Juga  Eka Tjipta Widjaja, Berangkat Dari Kemiskinan Hingga Menjadi Orang Terkaya di Indonesia

Yang dulunya hanya di kerjakan dengan beberapa rekannya saja, namun kini bukalapak.com telah membawahi sekitar 300an karyawan. Sebuah angka yang besar untuk ukuran perusahaan berbasis online.

Namun tentunya kisah perjalanan bukalapak tak semulus yang bnyak orang kira, sebab awal-awalnya bukan hanya kesulitan mencari pedagang yang di ajak bergabung, namun Zaky juga harus berjuang keras demi meyakinkan investor agar mau mendanai projeknya tersebut. Dan itu tidak di dapat dengan mudah, karena awalnya banyak pemodal yang menolak karena tidak yakin dengan masa depan bukalapak.

Namun berkat kegigihan seorang Zaky, lambat laun ada investor yang melirik dan menaruh kepercayaan, yang akhirnya hingga kini bahkan beberapa nama besar, telah menjadi investor tetap Bukalapak.com. Sebut saja, 500startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan Elang Mahkota Teknologi, Tbk. (EMTEK Group).

Prestasi yang didapat bukalapak.com

Dedikasi Zaky dan tim bukalapak.com pada UKM di Indonesia mencuri perhatian presiden Joko Widodo. Ahmad Zaky kemudian mendapatkan tanda kehormatan Satyalencana Wira Karya di Jambi pada Juli 2016. Selain capaian tersebut, minat pelapak dan UKM untuk menggunakan Bukalapak meningkat sangat pesat. Menurut para UKM yang membuka lapaknya di bukalapak.com, sistem di bukalapak termasuk mudah digunakan dan tidak membingungkan. Selain itu, keamanan dalam bertransaksi pun terjamin dan terpercaya.

Inspirasi yang bisa kita ambil

Dari sekelumit cerita tentang kisah inspirasi Ahmad Zaky, CEO Bukalapak.com, ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dan tiru. Semangat, kerja keras, keyakinan sang Zaky hingga bisa membuat raksasa starup patut kita jadikan inspirasi untuk terus berjuang dalam mewujudkan mimpi yang mungkin saat sekarang ini sedang di anggap remeh oleh orang sekitar, seperti pada awal-awal berdirinya bukalapak dulu.

Baca Juga  Febri Juanda, Pengusaha Muda Inovatif Yang Sukses di Bidang Kuliner

BERI NILAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *